Ramal-meramal bukan hanya bisa dilakukan dalam hal asmara dan masa depan. Teknologi storage pun tak luput dari penerawangan tentang sejumlah hal yang akan populer sepanjang 2011.

Kali ini, yang berperan sebagai “juru ramal” ialah Hu Yoshida (Chief Technology Officer, Hitachi Data Systems). Menurutnya, pada tahun ini, hal-hal yang berhubungan dengan kemampuan virtual akan muncul sebagai tren teratas.

Dalam prediksi Yoshida, perusahaan bakal kian cepat mengadopsi virtualisasi storage dan juga dynamic provisioning. Keduanya dipandang sebagai pondasi penerapan komputasi awan dan data center yang dinamis. Proses migrasi antar-array lebih lancar, penyediaan storage pun bisa lebih cepat.

Kemudian, integrasi virtualisasi server dan storage diperkirakan semakin erat. Integrasi ini diperlukan untuk meningkatkan adopsi virtualisasi data center. Virtualisasi server memerlukan integrasi virtualisasi array storage yang bisa mengurangi bottleneck I/O peranti lunak seperti SCSI, sehingga bisa memenuhi kebutuhan aplikasi kelas enterprise

Sementara itu, untuk manajemen daur hidup konten, penerapan virtual tiering akan makin marak. Fungsi utamanya supaya admin tidak perlu mengelola konten dan alokasi volume pada storage secara manual. Pasalnya, virtual tiering mampu secara cerdas memindahkan suatu konten dari satu tier ke tier lain berdasarkan jumlah akses.

Dari segi layanan, Yoshida menyebutkan aplikasi dashboard yang membuat manajemen virtualisasi storage kian transparan. Dashboard tersebut dapat menunjukkan status SLA (Service Level Agreement), alokasi disk, tipe RAID, porta storage, tingkat kesehatan infrastruktur yang digunakan, serta kapasitas pemakaian.

Yang menarik, untuk memelihara infrastruktur, perusahaan kini akan lebih cenderung memanfaatkan jasa outsourcing berupa remote managed services Layanan ini memungkinkan staf TI perusahaan lebih fokus memikirkan dan mengerjakan alih teknologi dibanding sibuk mengurusi pengelolaan teknis.

Terakhir, Yoshida menyoroti tren storage dari sisi perangkat keras. Tahun ini, saatnya menggunakan SSD (Solid State Drive) dan mengombinasikannya dengan drive SAS atau SATA dalam konfigurasi virtual tier. Hal ini mampu meningkatkan kinerja sekaligus menurunkan biaya.

Berikutnya, mulailah mengadopsi drive SAS untuk sistem storage kelas enterprise. SAS memiliki kinerja yang lebih cepat dengan akses point-to-point sehingga lebih mudah menemukan drive yang gagal dibandingkan FC (Fibre Channel) loops.

Drive SFF (Small Form Factor) juga akan semakin banyak ditemui, terutama karena alasan efisiensi daya dan kapasitas pendinginan yang dimiliknya. Dengan ukuran drive 2,5 inci, SFF bisa menghemat daya sampai 9 watt dibanding drive 3,5 inci (LFF).

0 Komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungannya. Dilahkan tinggalkan komentar demi kebaikan bersama.

 
© 2010 maz guru is proudly powered by Blogger

Welcome In Kode Blogger

Contoh Sliding Login Dengan JQuery

Disamping ini adalah contoh Sliding Login menggunakan JQuery. Login Form Disamping hanya Contoh dan tidak dapat digunakan layaknya Login Form FB, Karena Blog ini terbuka untuk umum tanpa perlu mendaftar menjadi Member

Tutorial Blog

Untuk membuatnya Silahkan : Klik Disini

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!